Makna Haji Mabrur

Posted On Desember 23, 2007

Disimpan dalam Agama

Comments Dropped leave a response

Mendapatkan Haji yang mabrur ditandai dengan berbekasnya makna dari amalan-amalan yang dilaksanakan sewaktu di Tanah suci
sehingga makna tersebut dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

Pada saat Ihram pakaian biasa kita tanggalkan dan pakaian Ihram yang dikenakan. Pakaian dapat menimbulkan status sosial dan pengaruh psikologis, pakaian bos dan pejabat tinggi sudah tentu berbeda dengan pakaian pegawai biasa. Menanggalkan Pakaian yang biasa dipakai berarti menghapus perbedaan yang timbul akibat status sosial. Mengenakan pakaian ihram melambangkan persamaan derajat dihadapan Allah dan memang seperti itu ketika orang menghadap Tuhannya ketika meninggal dunia. Apakah selapas kita pergi haji keangkuhan masih melekat didalam hati dan masih terasa adanya perbedaan derajat manusia?

Ka’bah merupakan lambang dari wujud keesaan Allah setiap harinya kita shalat menghadap ke arah Ka’bah dan orang yang pergi haji melakukan thawaf mengelilingi ka’bah. Berthawaf mengelilingi ka’bah melambangkan segala aktivitas manusia yang tidak pernah terlepas dari-Nya. Ka’bah bagaikan matahari sebagai pusat tata surya dengan planet-planet yang mengelilinginya. Apakah setelah thawaf di sana segala aktivitas kita masih terikat dengan Tuhan Yang Maha Esa?

Sai adalah lambang dari usaha dan kerja kerja keras. Bukankah Siti Hajar mondar-mondir untuk mencari air untuk anaknya Ismail. Apakah selepas kembalinya kita ke tanah air akan berpangku tanggan menunggu turunnya huja atau berusaha dengan segala daya dan upaya untuk melepaskan “dahaga” kehidupan?

Arafah makna harfiahnya berarti “pengenalan”. Ketika berkumpul dan wukuf di padang Arafah sang haji berharapkan mengenal jati dirinya, menyadari dan menangisi kesalahannya dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Apakah ketika kembali pengenalan, tangisan dan penyadaran akan semua tingkah laku yang kita perbuat masih berbekas dihati dengan tekad yang masih membaja?
 

Respond now.